Saturday, October 24, 2015

Kecil-kecil tapi banyak

Kutuklah sarana microblogging yang doyan menyingkat segala macam hal: menyihir masyarakat menjadi penikmat hal-hal instan, merombak otak menjadi tidak sabaran, semuanya ingin serbacepat... sehingga kita malas membaca bacaan yang kontennya lebih dari 140 karakter. Makanya sekarang blog tidak lagi laku. Karena itulah saya setengah berharap kamu akan enggan membaca post ini. Hehe.

Tarohlah saya. Saya memang masih menikmati menulis di blog. Tidak dalam basis harian tentunya, memangnya jurnal. Tentunya saya menghargai jika orang masih membaca blog ini. Buruknya, saya suka enggan membaca blog orang lain. Saya memang egois dan tidak sabaran.




Tiga tahun. Bukan waktu yang sebentar. Tiga setengah tahun, apalagi.

Tapi segitulah waktu yang sudah saya lewati. Bersama dia.

Pertama kali saya membuat blog ini, saya berjanji pada diri sendiri untuk tidak membahas hal-hal yang berhubungan dengan hubungan romantis saya, karena dulu pernah saya lakukan tetapi setelah putus saya hapus semua karena jijik membacanya. Mungkin karena faktor usia juga, waktu saya lakukan itu saya masih labil. Maafkan, namanya juga ABG.

Tapi di sini saya ingin bahas. Kenapa ya tiba-tiba... hmm gak tau, pengen aja. Saya tidak terlalu suka cerita sama orang lain, jadi yah, di sini saja. Biarin kalau gak ada yang baca juga. Hehe.

Saat saya menulis ini, dia sedang berada di luar negeri. Menimba ilmu ceritanya. Bukan kuliah dan bukan sekolah, tapi lagi kerja. Magang. Tapi digaji. Ya namanya kerja juga.

Kami sudah bersama kurang lebih selama tiga tahun lewat beberapa bulan. Sejujurnya saya belum pernah berkomitmen dengan seseorang selama itu. Setiap hari yang kami lewati adalah tantangan baru bagi saya, karena saya masih kurang pengalaman. Kami berdua sebenarnya. Setiap hal yang kami jalani terasa baru bagi saya. Baik itu jalan-jalan, nonton bareng, mengobrol, berantem, selalu memberikan saya pelajaran baru, meskipun hal-hal tersebut sudah berkali-kali kami lakukan. Saya tidak pernah merasa terbiasa berhubungan dengan dia. Bahkan sekadar mendengarnya membuka pagar rumah saya ketika ia mampir, saya masih merasa gugup. Excited. Deg-degan. Padahal sayanya masih di dalam rumah. Aneh? Mungkin.

Dia hebat. Dia salah satu orang terhebat yang saya kenal. Dia memang bukan ketua himpunan di kampusnya, dia bukan CEO perusahaan, dia tidak punya kapal atau pesawat, dia bukan penemu listrik ataupun internet. Dia bukan pemikat wanita, dia tidak selalu mengetahui kata-kata yang tepat untuk diucapkan dalam situasi tertentu. Dia juga tidak melakukan hal-hal romantis klise yang sering ditemui di dalam film komedi-romantis seperti memberikan bunga, menuliskan surat cinta, atau menyiapkan pesta kejutan besar di pantai dalam rangka melamar pernikahan. Tapi kamu akan selalu tahu dia menyayangimu tanpa dia perlu melakukan hal-hal itu, bahkan kamu bisa tahu tanpa dia perlu mengatakannya.

Dia orang yang canggung. Dia akan berusaha memberikan berbagai saran jika dia tahu kamu sedang ada masalah, meskipun belum tentu itu saran yang tepat. Dia akan bingung harus melakukan atau mengatakan apa jika kamu marah padanya. Tapi di saat itu pun, kamu selalu bisa tahu bahwa dia menyayangimu.

Dia pintar. Cerdas. Memang dia tidak "bergelar" Mahasiswa Berprestasi. Tapi dia orang yang terbuka pandangannya. Dia orang yang mau menyerap pengetahuan, meskipun dia tidak suka membaca. Dia orang yang mampu menerima kritik dan mau introspeksi diri setelahnya, bukannya secara buta membela diri. Dia bisa diajak ngobrol tentang apa saja. Jika dia tidak mengerti tentang obrolannya, coba kamu jelaskan, dia pasti mau mendengar dan mau berpendapat. Bahkan berdebat dengannya pun menyenangkan, karena dia memiliki prinsip dan bisa mempertahankan prinsipnya itu, sekaligus dia tidak ofensif maupun defensif jika berdebat. Agak susah menjelaskannya, tapi intinya dia bisa menantangmu intellectually, dan itu menyenangkan. Bukan seorang yes-man yang submisif, tapi juga bukan no-man yang dominan.

Dia akan memujimu "cantik" meskipun kamu sendiri sedang tidak percaya diri sama wajahmu. Dia lebih suka melihat wajahmu tanpa make-up. Mungkin terdengar gombal, tapi percayalah, kamu akan tahu bahwa dia jujur. Tahunya dari mana? Dari perasaan saja.

Dia bukan orang paling ganteng sedunia. Tidak ada tampang artis macam Nicholas Saputra, apalagi teen hearthrob macam anggota One Direction. Tapi saya akui, selama tiga tahun ini, dialah yang selalu menangkap pandangan saya, bahkan di dalam keramaian, bahkan ketika kami sedang menonton konser band yang sangat saya sukai (waktu itu saya nge-fans sama vokalisnya, hehe).

Dia percaya padamu 100%. Dia tidak akan melarangmu berhubungan dengan teman laki-laki. Dia juga tidak memberimu alasan untuk cemburu, yah selama ini sih belum. Semoga gak akan pernah. Dia mendidikmu menjadi orang yang dapat dipercaya sekaligus menaruh kepercayaan padanya.

Tidak perlu dia lakukan hal besar untuk saya, karena hal-hal kecil yang sederhana ini sudah lebih dari cukup. Bahkan saya ragu apakah saya pantas mendapatkannya.

Saya bangga bersama dia. Saya bangga sama dia. Siapa yang tidak? Oh, mungkin kamu. Karena kamu gak ada hubungannya sama dia. Hehe.

Cepatlah datang, Februari 2016. Saya kangen mendengar suara ketika dia membuka pagar rumah saya.

6 comments:

  1. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Blog mulai ramai lagi kok, karena mulai ada gerakan membaca dan menulis yang digiatkan banyak pihak. :)

    Semoga lancar sampai februarinya ya :D
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai! makasih banyak udah mampir dan bahkan baca post ini sampai selesai :D wah baguslah kalo orang mulai ramai nulis dan baca lagi. tapi sayangnya teman-teman saya yg dulu ngeblog belum tergerak buat nulis lagi :") aamiin, terima kasih banyak yaaa.

      btw pas baca blog kamu ga nyangka kalo isinya cerita horror. kaget juga :")

      Delete
  2. Honestly the sweetest thing. Really love how you described him in one post :)!

    ReplyDelete
    Replies
    1. naaw the sweetest thing would be sugar
      .
      .
      .
      .
      .
      don't laugh

      thanks tho hehe

      Delete
  3. Fasy, this is ubersweet. Mencintai jujur dan apa adanya. Hmm, idaman semua orang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah sa ae lu yg udah nyari rumah masa depan bareng doi......

      Delete

 
Green Tea